Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

JADWAL SHOLAT SEMARANG

Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 September 2009

CINTA TANPA BATAS


Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal.
Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. “Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,” bisik sang ayah. “Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?”


Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui. “Kasihilah ibumu selagi ia masih hidup.

Tidak ada kasih dan cinta yang lebih dari segalanya selain kasih dan cinta seorang ibu untuk anaknya. Ibumu akan berbuat apa saja untuk melindungi dan menolong engkau saat dalam bahaya”.”Sekali lagi, kasihilah ibumu selagi ia masih hidup. Esok mungkin terlambat”

from : insan kamil

read more..

Kamis, 17 September 2009

SULAMAN TUHAN

Suatu saat ada anak kecil, ibunya sedang menyulam sehelai kain dan ia sedang bermain di lantai, melonggok ke atas dan bertanya, "Apa yang ibu lakukan?". lalu ibunya menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu diatas sehelai kain. Tetapi anak itu memberitahu kepadanya, bahwa dilihat dari bagian bawah sulaman itu seperti benang yang ruwet.



Ibunya hanya tersenyum memandangi anaknya dan berkata dengan lembut, "Anakku, lanjutkan permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan diatas pangkuan, dan kita dapat melihat sulaman ini dari atas.

Anak tersebut heran mengapa ibunya menggunakan benang hitam dan putih, begitu kacau menurut pemandanganku. Namun beberapa saat kemudian ia mendengar suara ibunya memanggil, "Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu."

waktu anak tersebut lakukan itu, ia heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Ia hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang dilihat hanyalah kumpulan benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibunya berkata, "Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa diatas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, dan ibu mengikutinya."

"Sekarang, dengan melihatnya dari atas sini, kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan."

seiring berlalunya waktu, anak tersebut beranjak dewasa dan suatu saat berdoa dan bertanya kepada Tuhan,
"Tuhan, apa yang engkau lakukan?"

Tuhan menjawab :"wahai hambaku, teruskanlah kehidupanmu, kewajibanmu, pekerjaan, dan ibadahmu,,,dan Aku juga menyelesaikan pekerjaan-Ku padamu di dunia. Suatu saat nanti, Aku akan memanggilmu ke Syurga dan mendudukkan kamu di"pangkuan"-Ku, dan kamu akan melihat rencanaku yang indah dari sisi-Ku

******
wahai sahabat"ku...yakinlah bahwa Allah punya rencana indah buat hamba-hambanya yang beriman dan taqwa kepada-Nya...
sepintas dari "bawah" sini, kehidupan kita seperti "rangkaian benang" yang ruwet, tidak berpola, terkadang kita tahu itu apa, tapi tak jarang pula kita tidak tahu sama sekali apa yang Allah lakukan kepada kita. Allah Maha Penyayang lagi Bijaksana, pastinya Ia tidak sia-sia menciptakan hamba-hambanya di Dunia...

coba renungkanlah sejenak,,,bertafakkur,,bagaimana Allah telah memberi pilihan hidup ke kita,,tinggal bagaimana kita menjalani-Nya...

teringat saat kultum tarawih, seorang ustatz mengatakan bahwa bukannya Allah tidak mendengar dan mengabulkan do'a kita,,karena bisa jadi Ia merencanakannya kelak di Akhirat,,,karena mngkin Allah mencoba kesabaran hamba-hambaNya,,,dan Allah sangat menyukai hamba-Nya yang taqwa dan bersabar,,,wallahu a'lam...

semoga dengan ini kita menjadi sabar, semangat, optimis dalam kehidupan ini, karena Allah menyayangi kita...

wassalamu'alaikum,,,

read more..

Rabu, 05 Agustus 2009

Mambeli Waktu Papa

Steven adalah seorang karyawan perusaahan yang cukup terkenal di Jakarta , memiliki dua putra. Putra pertama baru berusia 6 tahun bernama Leo dan putra ke dua berusia dua tahun bernama Kristian. Seperti biasa jam 21.00 Steven sampai di rumahnya di salah satu sudut Jakarta, setelah seharian penuh bekeja di kantornya. Dalam keremangan lampu halaman rumahnya dia melihat Leo putra pertamanya di temani bik Yati pembantunya menyambut digerbang rumah.

"Kok belum tidur Leo?" sapa Steven sambil mencium anaknya. Biasanya Leo sudah tider ketika Steven pulang dari kantor dan baru bangun menjelang Steven berangkat ke kantor keesokan harinya.


"Leo menunggu Papa pulang, Leo mau tanya, gaji Papa itu berapa sih Pa?" kata Leo sambil membuntuti papanya.

"Ada apa nih kok tanya gaji papa segala?"

"Leo Cuma pingin tahu aja kok Pah?

"Baiklah coba Leo hitung sendiri ya. Kerja papa sehari di gaji Rp 600.000,-, nah selama sebulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Nah berapa gaji papa sebulan?"

"Sehari Papa kerja berapa jam Pa?" tanya Leo lebih lanjut.

"Sehari papa kerja 10 jam Leo, nah hitung sana, Papa mau melepas sepatu dulu."

Leo berlari ke meja belajarnya dan sibuk mencoret-coret dalam kertasnya menghitung gaji papanya. Sementara Steven melepas sepatu dan meminum teh hangat buatan istri tercintanya.

"Kalau begitu, satu bulan Papa di gaji Rp 1.500.000,-, ya Pah? Dan satu jam papa di gaji Rp. 60.000,-." Kata Leo setelah mencorat-coret sebentar dalam kertasnya sambil membuntuti Steven yang beranjak menuju kamarnya.

"Nah, pinter kamu Leo. Sekarang Leo cuci kaki lalu bobok." Perintah Steven, namun Leo masih saja membuntuti Steven sambil terus memandang papanya yang benrganti pakaian.

"Pah, boleh tidak Leo pinjam uang Papa Rp. 5.000,- saja?" tanya Leo dengan hati-hati sambil menundukkan kepalanya.

"Sudahlah Leo, nggak usah macam-macam, untuk apa minta uang malam-malam begini. Kalau mau uang besok saja, Papa kan capek mau mandi dulu. Sekarang Leo tidur supaya besuk tidak terlambat ke sekolah!"

"Tapi Pah.."

"Leooo!! Papa bilang tidur!"bentak Steven mengejutkan Leo.

Segera Leo beranjak menuju kamarnya. Setelah mandi Steven menengok kamar anaknya dan menjumpai Leo belum tidur. Leo sedang terisak pelan sambil memegangi sejumlah uang. Steven nampak menyesal dengan bentakannya. Dipegangnyalah kepala Leo pelan dan berkata: "Maafkan Papa ya nak. Papa sa yang sekali pada Leo." ditatapnya Leo anaknya dengan penuh kasih sambil ikut berbaring di sampingnya.

"Nah katakana pada Papa, untuk apa sih perlu uang malam-malam begini. Besuk kan bias, jangankan Rp. 5.000,-, lebih banyak dari itupun akan Papa kasih."

"Leo nggak minta uang Papa kok, Leo cuma mau pinjam. Nanti akan Leo kembalikan, kalau Leo udah menabung lagi dari uang jajan Leo."

"Iya, tapi untuk apa Leo?" tanya Steven dengan lembut.

"Leo udah menunggu Papa dari sore tadi, Leo nggak mau tidur sebelum ketemu Papa. Leo pingin ngajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang bahwa waktu papa berharga. Jadi Leo ingin beli waktu Papa."

"Lalu." tanya Steven penuh perhatian dan kelihatan belum mengerti.

"Tadi Leo membuka tabungan, ada Rp 25.000,-. Tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 60.000,-, maka untuk setengah jam berarti Rp. 30.000,-. Uang tabungan Leo kurang Rp. 5.000,-. Maka Leo ingin pinjam pada Papa. Leo ingin membeli waktu Papa setengah jam saja, untuk menemani Leo main ular tangga. Leo rindu pada Papa." Kata Leo polos dengan masih menyisakan isakannya yang tertahan.

"Steven terdiam, dan kehilangan kata-kata. Bocah kecil itu dipeluknya erat-erat, bocah kecil yang menyadarkan bahwa cinta bukan hanya sekedar ungkapan kata-kata belaka namun berupa ungkapan perhatian dan kepedulian.

guys.. buat lo yang masih pada mahasiswa.. mungkin crita ini blum nyentuh hati lo semua..

but listen to me..please

aku pernah ngalamin hidup 6 tahun tanpa ayah,, why???kita sekeluarga tinggal ditangerang,, papa kerja di Jakpus, jam 5 papa dah berangkat kerja dan baru pulang jam 9 malem,,dan aku baru bisa ketemu papa waktu lebaran, padahal kita tinggal 1 rumah..

coba bayangin dengan profesi yang akan kamu jalanin nanti,, berapa waktu yang kamu habiskan dikantor,,dan berapa waktu yang cobakamu sisihkan buat keluarga, anak,,istri..

dan coba kamu renungin pertanyaan saya,,kamu bekerja untuk keluarga atau keluarga kamu hanya kamu manfaatkan untuk mendukung karir or pekerjaan kamu..

brother..

Allah dah kasih kita otak buat mikir..kalo profesi kamu semua akan berakhir seperti Steven,,think about the other job..do the bisnis..
bahkan Rasulullah bersabda pekerjaan yang paling baik adalah berdagang..
bro keluargamu jauh lebih berharga dari pekerjaanmu..
think deeply bout what i say…

give your comment here…!

read more..

Selasa, 21 Juli 2009

KISAH KUPU-KUPPU

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul.
Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.

Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha
semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya.



Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.
Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya.Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil,sayap-sayap mengkerut.Orang tersebut terus mengamatinya karena dia
berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu a kan mekar dan melebar sehingga mampu menopangtubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring
dengan berjalannya waktu. Semuanya tak pernah terjadi.

Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang.

Bro banyak orang ga ngerti kalokepompong yang menghambat dan perjuangan yang
dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil itu seperti ujian dari Allah yang meaksa kita makhluknya mengeluarkan segenap kekuatannya sehingga kita layak menjadi khalifah dimuka bumi.. Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita
perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan
perjuangan,itulah yang justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan. Kita mungkin tidak akan pernah dapat "Terbang"

Ujian juga cara Nya meninggikan derajat kita yangtidak bisa kita capai dengan ibadah-ibadah yang kita lakukan.

Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kita memohon Kekuatan…Dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.

Kita memohon kebijakan…Dan Tuhan memberi kita Berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.

Kita memohon kemakmuran…Dan Tuhan memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.

Kita memohon Keteguhan Hati…Dan Tuhan memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.

Kita memohon Cinta…Dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.

Kita Memohon kemurahan / kebaikan hati…Dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.

Begitulah cara Tuhan membimbing Kita…
Kadang Tuhan tidak memberikan yang
kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan
yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak
mengerti / mengenal, bahkan tidak mau menerima
rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik
untuk kita.



read more..

Senin, 13 Juli 2009

SIAPA YANG TAK PERNAH MATI



Suatu ketika ada seorang janda yang sangat berduka karena anak satu-satunya mati. Sembari membawa jenasah anaknya, wanita ini menghadap Sang Guru untuk meminta mantra atau ramuan sakti yang bisa menghidupkan kembali anaknya.Sang Guru mengamati bahwa wanita di hadapannya ini tengah tenggelam dalam kesedihan yang sangat mendalam,Bahkan sesekali ia meratap histeris.



Alih-alih memberinya kata-kata penghiburan atau penjelasan yang dirasa masuk
akal, Sang Guru berujar:

"Aku akan menghidupkan kembali anakmu, tapi aku membutuhkan sebutir biji
lada."

"Itu saja syaratnya?" tanya wanita itu dengan keheranan.

"Oh, ya, biji lada itu harus berasal dari rumah yang anggota penghuninya
belum pernah ada yang mati."

Dengan "semangat 45", wanita itu langsung beranjak dari tempat itu, hatinya sangat entusias, "Guru ini memang sakti dan baik sekali, dia akan menghidupkan anakku!"

Dia mendatangi sebuah rumah, mengetuk pintunya, dan bertanya: "Tolonglah saya. Saya sangat membutuhkan satu butir biji lada. Maukah Anda memberikannya?" "Oh, boleh saja," jawab tuan rumah. "Anda baik sekali Tuan, tapi maaf, apakah anggota rumah ini belum pernah ada yang mati?" "Oh, ada, paman kami meninggal tahun lalu." Wanita itu segera berpamitan karena dia tahu bahwa ini bukan rumah yang tepat untuk meminta biji lada yang dibutuhkannya.

Ia mengetuk rumah-rumah berikutnya, semua penghuni rumah dengan senang hati bersedia memberikan biji lada untuknya, tetapi ternyata tak satu pun rumah yang terhindar dari peristiwa kematian sanak saudaranya. "Ayah kami barusan wafat...," "Kakek kami sudah meninggal...," "Ipar kami tewas dalam kecelakaan minggu lalu...," dan sebagainya.

Ke mana pun dia pergi, dari gubuk sampai istana, tak satu tempat pun yang memenuhi syarat tidak pernah kehilangan anggotanya. Dia malah terlibat dalam mendengarkan cerita duka orang lain. Berangsur-angsur dia menyadari bahwa dia tidak sendirian dalam penderitaan ini; tak seorang pun yang terlepas dari penderitaan.

Pada penghujung hari, wanita ini kembali menghadap Sang Guru dalam keadaan batin yang sangat berbeda dengan sebelumnya. Dia mengucap lirih, "Guru, saya akan Menguburkan anak saya." Sang Guru hanya mengangguk seraya tersenyum lembut.

bro!!,, ga da manusia didunia ni yang ga pernah berduka,,so klo kamu sekarang sedih,, terhempas ditepi dijurang penderitaan,,lihatlah kebawah,banyak kerangka orang yang tak bisa selamat,,mereka terjatuh..merekapun gagal mengatasi kesulitan mereka

tapi jangan lantas kau takut,,lihatlah keatas,, begitu banyak sobatmu,, orang2 yang peduli padamu mengulurkan tangan ingin menolongmu,,raihlah tangan itu, pegang erat jangan pernah lepaskan, walau terlihat ia menyakitimu,, percayalah pada temanmu itu hingga kau akhirnya terjatuh dipelukannya dengan selamat..

menangislah saat itu bersyukur pada Allah,, kau masih punya teman teman yang peduli padamu,,sebab tak semua orang memilikinya..ingatlah mayat yang berserakan didasar jurang yang kau lihat itu!!!mereka terjatuh mungkin karena tak ada seorangpun yang mendampingi mereka melawati masa2 sulit dalam kehidupannya...

letakkanlah tanganmu diatas bahuku

biar terbagi beban itu dan tegar dirimu

didepan sana cahaya kecil tuk memandu

tak hilang arah kita berjalan menghadapinya...

read more..

Senin, 22 Juni 2009

TUHAN ITU ADA

TUHAN ITU ADA
Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut
dan merapikan brewoknya.
Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah
terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan,
dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang,"
Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, dijalanan.... untuk
menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.
Katakan kepadaku jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anakterlantar??
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan
inisemua terjadi."
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia
tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi
meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di
jalan dengan rambut yang panjang,
berombak kasar /"mlungker-mlungker-istilah jawa-nya", kotor dan brewok
yang tidak dicukur.
Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata," Kamu tahu,
sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."
Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??"."Saya
disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"
"Tidak!" elak si konsumen. "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada,
tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan
seperti orang yang diluar sana", si konsumen menambahkan.
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur. "
Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka
tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.
"Cocok!"-kata si konsumen menyetujui.
"Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi apa yang terjadi...
orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."
Si tukang cukur terbengong !!!!

read more..

Senin, 15 Juni 2009

Menemukan Arti Sebenarnya dari Praktek Kedokteran

Saat ini, tidak sedikit dokter yang sangat tergantung dengan alat-alat kedokteran yang canggih untuk menjalani prakteknya. Ketika alat-alat itu tidak ada, maka otomatis mereka tidak bisa melakukan praktek kedokterannya dengan baik. Sungguh ironis memang melihat hal ini sudah semakin menggejala di kalangan praktisi kesehatan.

Seakan-akan, dunia kedokteran adalah dunia yang dipenuhi oleh alat-alat canggih yang dibeli dari milyaran rupiah uang rakyat.

Banyak cerita dokter-dokter baru yang ditempatkan di daerah terpencil sangat kesulitan mengembangkan kemampuannya dibandingkan ketika dia kuliah dulu di kota. Hal ini tak lain karena ketergantungan alat-alat kedokteran. Sehingga kemampuan asli dari si dokter ini tidak keluar.

padahal Seorang dokter harus selalul siap disegala medan. Dokter harus mampu berfikir logik, sistematis, efektif dan efisienserta mampu berimprovisasi berlandasan teori yang dipelajari.

banyak kisah yang saya dapat dari teman2 sejawat saat bertugas di daerah terpencil. yang semua itu intinya jangan terpaku pada teori-teori sehingga mengurung kerangka fikiran kita yang sebenernya bisa mencari jalan keluar dengan cara yang "menyimpang dari ilmu kita"

read more..

Sabtu, 13 Juni 2009

BATU LONCATAN

Menjadi Dokter bukan cita2ku sejak kecil. Aku kuliah di Fakultas Kedokteran adalah hasil paksaan seluruh keluarga besar. Sebuah alasan sederhana dan klasik. Masa depan dokter lebih cerah dibanding lulusan lain (katanya), alas an lain adalah prestise. Dikeluarga besar ayah dan ibuku baru 1 orang yang berhasil menjadi dokter.Yaitu Tanteku yang tinggal diSemarang. seorang sepupu pernah terdaftar di FK trisakti Jakarta, tapi Drop Out di Semester 4, dengan alas an tidak kuat menerima pelajaran. Alasan yang sangat mengherankan untuk seorang yang sering menjadi juara kelas di sekolahnya. Ketiga Sepupu dari kakak ibuku juga tidak ada yang kuliah di kedokteran
Saat itu tinggal Aku yang masih sekolah kelas dua SMA dan kebetulan dianggap punya kemampuan lebih dibanding ketiga adikku diarahkan untuk masuk FK. Bosan, jenuh mendengar arahan dari orang2 tua tentang masa depan cerah yang dijanjikan saat memakai jas putih. Bagiku itu tak penting. Aku lebih berminat menjadi seorang psikolog, bagiku PSikolog itu manusia ajaib yang bisa membaca fikiran orang lain, keren karena bisa menggiring orang keluar dari masalahnya. Sejak kelas tiga SMA tekanan mulai terasa. Ayah ibu tidak hanya mengarahkan. Bahkan ancaman tidak akan dikuliahkan kalau ambil jurusan selain kedokteran sempat diutarakan.
Aku Kecewa, mengapa kesuksesan hanya dipandang dari sudut pandang materialistis dan prestise. Bujukan tiada henti dari kerabat dekat. Mereka bercerita tentang humanisme, moral, budi pekertidan topik sejenisnya. Ak mulai mengerti maksud baik orang tuaku. Masa lalu yang tragis dari kakek menjadi latar belakangnya. Ibuku adalah anak ke 7 dari 11 bersaudara. Yang tersisa tinggal 3 termasuk ibuku.semua meninggal karena berbagai sebab yang berpangkal rendahnya derajat kesehatan dan minimnya pengetahuan orang2 zaman dulu tentang kesehatan Kakek pernah berkata “ moga-moga anakku ada yang jadi dokter bisar ga ngalamin nasib naas kayak aku”. Harapan kakek terwujud. Seorang putrinya berhasil lulus dari FK UNDIP Tahun 1990.
Hatiku mulai terketuk, namun keinginan untuk menjadi psikolog masih tertanam. Sampai satu saat itu. Seorang sahabat yang sudah aku sayang seperti adik sendiri berkata langsung padaku setelah ia terbaring sakit dirumahnya selama satu minggu.. bahwa ia divonis dokter menderita kanker otak tahap awal. Batinku terasa teriris. Seketika itu juga sambil menangis aku berkata padanya bahwa aku ingin menjadi dokter dan menyembuhkan dia. Aku ingin dia bertahan hidup dan menunggu aku menyembuhkannya. Seketika itu juga pandangan tentang istimewanya seorang psikolog pudar. Tergantikan dengan kemuliaan seorang dokter. Tak lama kemudian guru kesayanganku divonis gagal ginjal kronik. Aku semakin berfikir bahwa Dokter laksana malaikat yang turun ke bumi yang bisa menyelamatkan mereka yang dipenghujung kematian
Sekarang sahabatku itu menghilang entah kemana. Aku merasa kehilangan sosoknya.. adik kecil yang mendorongku mencapai cita-citaku, adik kecil yang menghibur kala kalutku. Sekarang hanya surat usangnya yang terpajang di dinding kamarku. Surat yang menyatakan keharuan dan kebanggaannya ketika aku berkata aku akan menjadi seorang dokter. Surat yang menyatakan sayangnya dia padaku seperti sayangnya seorang adik pada kakaknya. Surat yang menyemangati aku saat aku merasa aku tak mampu lewati ini semua. Aku kini tak tau dimana dia berada, tak pernah ada beritanya. Kalau memang dia sudah menghadap Sang Khaliq, Ingin rasanya aku datang ke peraduan terakhirnya dan mengatakan rasa terima kasihku padanya.....

setiap orang memiliki batu loncatan untuk setiap langkah besar menuju masa depannya
batu loncatanku adalah seorang sahabat, adik yang merubah haluan hidupku saat ini
..kaulah kenangan terindahku..

read more..