Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

JADWAL SHOLAT SEMARANG

Senin, 22 Juni 2009

TUHAN ITU ADA

TUHAN ITU ADA
Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut
dan merapikan brewoknya.
Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah
terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan,
dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang,"
Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, dijalanan.... untuk
menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.
Katakan kepadaku jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anakterlantar??
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan
inisemua terjadi."
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia
tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi
meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di
jalan dengan rambut yang panjang,
berombak kasar /"mlungker-mlungker-istilah jawa-nya", kotor dan brewok
yang tidak dicukur.
Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata," Kamu tahu,
sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."
Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??"."Saya
disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"
"Tidak!" elak si konsumen. "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada,
tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan
seperti orang yang diluar sana", si konsumen menambahkan.
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur. "
Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka
tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.
"Cocok!"-kata si konsumen menyetujui.
"Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi apa yang terjadi...
orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."
Si tukang cukur terbengong !!!!

read more..

Selasa, 16 Juni 2009

trailer video ketika cinta bertasbih




Luar biasa!!, itulah komentar pertama kali waktu aku nonton KCB semalam bareng Om sekeluarga. buatku ini adalah film terbaik yang pernah aku tonton setelah the Last Samurai. Padahal tadinya film yang menurutku & asumsi banyak orang ini akan sama seperti Ayat-Ayat Cinta dan film lain yang diangkat dari novel termasuk Harry Potter. maksudnya agak mengecewakan pembaca novelnya. tidak seperti ayat-ayat cinta yang serasa soul dari cerita, pesan dan setting dari novel seakan menghilang ketika difilmkan, film ini malah lebih powerfull ketimbang novelnya. ada beberapa kekuatan yang saya lihat dari film KCB yang hampir sama dengan kekuatan novelnya antara lain :



  • Kekuatan Soul

Tidak dipungkiri lagi soul dari film ini begitu kuat. ada ungkapan yang mengatakan setiap sesuatu yang berasal dari hati akan mudah menyentuh hati. kata I Love You dengan logat, ekspresi bahasa tubuh yang romantis tapi tanpa penghayataakan berbeda dampaknya jika diucapkan sepenuh hati. Film ini dibuat dengan hati setiap orang yang terlibat. Mereka begitu menjiwai Tugas dan perannya dalam pembuatan film ini. Pemilihan Pemeran tokoh-tokoh utama yang sangat selektif. Bukan hanya berwajah rupawan dan pandai berakting, spiritualitas, wawasan dan kepribadian mereka juga jadi pertimbangan. inilah yang membuat setiap karakter jadi sangat hidup. Pemeran pembantunya pun tidak sembarangan. Dedi mizwar, Slamet Rahardjo, El Manik bahkan Kang Abik Sendiri ikut menjadi pemeran pendampingnya. Proses Pembuatannya sangat bernuansa spiritual.Setiap waktu Sholat mereka break dan sholat berjamaah. sebelum dan setelah Syuting mereka melakukan doa bersama.



  • Kekuatan Deskripsi

Tiap Screen dari Film ini sangat detail menggambarkan apa yang ditulis di novel. sangat sempurna. dan hampir sama dengan imajinasi orang yang pernah membaca novelnya. setting tempat dan waktu, Alur kejadian, Ekspresi wajah semua ditranslate kedalam film dengan begitu jelas. malah lebih powerfull. karena pembaca novel yang tidak pernah tau lokasi2 yang dituliskan di novel akan terpuaskan dengan Setting tempat yang digambarkan di film. Bagaimana pemandangan dari atas kamar hotel Al Haram Alexandria bisa melihat Pantai Cleopatra hingga dipenghujung pandangan terhampar laut Mediterania. Benteng Al Qaitbai dan El Atta yang berjerah itupun tak luput dari sorotan kamera. Kita sangat terpuaskan melihat Masjid kampus Al-Azhar yang begitu megah. Inti dari dialog antar tokoh dinovel juga sangat mengena sesuai dengan suasana yang ingin digambarkan dinovel . contoh saja dialog "Marahnya Pejabat sering bikin Susah Rakyat" yang diucapkan dengan logat madura, kontan disambut tawa gerr dari penonton.



  • Kekuatan Bahasa

Biasanya keindahan bahasa novel akan hilang ketika difilmkan, karena kesannya terlalu formal dan dibuat-buat. tapi di film ini meski terjadi perubahan bahasa tulisan yang disesuaikan dengan bahasa lisan. Tidak terkesan kehilangan ruhnya malah justru lebih diperkuat ekspresi wajah yang nyata dan dengan penampilan logat-logat yang tidak pernah kita dengar sebelumnya. Logat arab fusha yang dimainkan setiap pemain juga sangat terasa keindahannya. Logat Inggris South Wales yang halus juga diucapkan dengan fasih oleh pemeran Anna Althafunnnisa. Logat-logat asli Indonesia seperti Logat Jawa tengah, Suroboyonan, Madura, Aceh juga sangat ciamik dilantunkan.



  • Kekuatan Referensi

Menurut saya dan di aminkan oleh adik kang abik yang kebetulan sahabat dekat saya. Novel-novel kang abik adalah rangkuman dari kitab-kitab yang dinovelkan. tapi cara penyampaian yang tidak terkesan menggurui dan sangat pas masuk kedalam settingnya Diantaranya yang paling terkenal dan paling sering dipakai dalam novel-novelnya Kang Abik adalah Fatawa Mu’ashirah (Fatwa Kotemporer) karya ulama moderat terkenal di mesir Prof DR Yusuf Qardhawi. Tidak tanggung-tanggung saat sequel Anna Althafunnisa mengajukan syarat pernikahan agar tidak dipoligami oleh Furqan. Anna menunjukkan referensinya asli berikut halamannya. Sepertinya berkat adegan itu banyak kaum wanita yang sedikit tertolong. ternyata ada rujukan yang memperbolehkan wanita mengajukan syarat untuk tidak dipoligami.



  • Kekuatan Pendukung

Era perfilman 10 tahun belakangan ini. Populer tidaknya sebuah film bisa dipengaruhi oleh original sountrack (OST)nya sebut saja AADC yang penggarapan sountracknya dibesut oleh sang maestro pembuatan OST, Melly Goeslaw. karena OST yang sangat bagus dari segi syair yang relevan dengan isi film dan tata musik yang bagus kemudian mengantarkan AADC menjadi film nasional terbaik selama beberapa tahun yang kemudian tergusur oleh kehadiran AAC. Film KCB pun penggarapan OSTnya dipercayakan pada sang Master OST film. siapa lagi kalau bukan Melly Goeslaw. Syairnya mengena dan arransemen yang sempurna dan mengobrak abrik perasaan. video klipnya pun sangat mengagumkan dalam waktu kurang dari sebulan masuk ke top 5 (urutan ke 4) di acara INBOX. Belum sponsor pendukung yang merupakan perusahaan-perusahaan raksasa di Indonesia. Produk-produknya pun sangat halus dimasukkan ke dalam adegan Film. Disurat Husna di tuliskan " Kak Azzam ga usah beliin motor baru buat Husna, M** Husna masih bagus kok" atau waktu Furqon membayar Hotel dengan kartu kredit Bank M*****i, sewaktu penayangannya di sambut decak seru dan tepuk tangan dari penonton.


humbs Up buat karya emas dari Kang Abik. Teruslah berkarya untuk kemjuan sastra Islam Indonesia!!!


Technorati Tags: , , , , ,


read more..

Senin, 15 Juni 2009

Menemukan Arti Sebenarnya dari Praktek Kedokteran

Saat ini, tidak sedikit dokter yang sangat tergantung dengan alat-alat kedokteran yang canggih untuk menjalani prakteknya. Ketika alat-alat itu tidak ada, maka otomatis mereka tidak bisa melakukan praktek kedokterannya dengan baik. Sungguh ironis memang melihat hal ini sudah semakin menggejala di kalangan praktisi kesehatan.

Seakan-akan, dunia kedokteran adalah dunia yang dipenuhi oleh alat-alat canggih yang dibeli dari milyaran rupiah uang rakyat.

Banyak cerita dokter-dokter baru yang ditempatkan di daerah terpencil sangat kesulitan mengembangkan kemampuannya dibandingkan ketika dia kuliah dulu di kota. Hal ini tak lain karena ketergantungan alat-alat kedokteran. Sehingga kemampuan asli dari si dokter ini tidak keluar.

padahal Seorang dokter harus selalul siap disegala medan. Dokter harus mampu berfikir logik, sistematis, efektif dan efisienserta mampu berimprovisasi berlandasan teori yang dipelajari.

banyak kisah yang saya dapat dari teman2 sejawat saat bertugas di daerah terpencil. yang semua itu intinya jangan terpaku pada teori-teori sehingga mengurung kerangka fikiran kita yang sebenernya bisa mencari jalan keluar dengan cara yang "menyimpang dari ilmu kita"

read more..

Sabtu, 13 Juni 2009

BATU LONCATAN

Menjadi Dokter bukan cita2ku sejak kecil. Aku kuliah di Fakultas Kedokteran adalah hasil paksaan seluruh keluarga besar. Sebuah alasan sederhana dan klasik. Masa depan dokter lebih cerah dibanding lulusan lain (katanya), alas an lain adalah prestise. Dikeluarga besar ayah dan ibuku baru 1 orang yang berhasil menjadi dokter.Yaitu Tanteku yang tinggal diSemarang. seorang sepupu pernah terdaftar di FK trisakti Jakarta, tapi Drop Out di Semester 4, dengan alas an tidak kuat menerima pelajaran. Alasan yang sangat mengherankan untuk seorang yang sering menjadi juara kelas di sekolahnya. Ketiga Sepupu dari kakak ibuku juga tidak ada yang kuliah di kedokteran
Saat itu tinggal Aku yang masih sekolah kelas dua SMA dan kebetulan dianggap punya kemampuan lebih dibanding ketiga adikku diarahkan untuk masuk FK. Bosan, jenuh mendengar arahan dari orang2 tua tentang masa depan cerah yang dijanjikan saat memakai jas putih. Bagiku itu tak penting. Aku lebih berminat menjadi seorang psikolog, bagiku PSikolog itu manusia ajaib yang bisa membaca fikiran orang lain, keren karena bisa menggiring orang keluar dari masalahnya. Sejak kelas tiga SMA tekanan mulai terasa. Ayah ibu tidak hanya mengarahkan. Bahkan ancaman tidak akan dikuliahkan kalau ambil jurusan selain kedokteran sempat diutarakan.
Aku Kecewa, mengapa kesuksesan hanya dipandang dari sudut pandang materialistis dan prestise. Bujukan tiada henti dari kerabat dekat. Mereka bercerita tentang humanisme, moral, budi pekertidan topik sejenisnya. Ak mulai mengerti maksud baik orang tuaku. Masa lalu yang tragis dari kakek menjadi latar belakangnya. Ibuku adalah anak ke 7 dari 11 bersaudara. Yang tersisa tinggal 3 termasuk ibuku.semua meninggal karena berbagai sebab yang berpangkal rendahnya derajat kesehatan dan minimnya pengetahuan orang2 zaman dulu tentang kesehatan Kakek pernah berkata “ moga-moga anakku ada yang jadi dokter bisar ga ngalamin nasib naas kayak aku”. Harapan kakek terwujud. Seorang putrinya berhasil lulus dari FK UNDIP Tahun 1990.
Hatiku mulai terketuk, namun keinginan untuk menjadi psikolog masih tertanam. Sampai satu saat itu. Seorang sahabat yang sudah aku sayang seperti adik sendiri berkata langsung padaku setelah ia terbaring sakit dirumahnya selama satu minggu.. bahwa ia divonis dokter menderita kanker otak tahap awal. Batinku terasa teriris. Seketika itu juga sambil menangis aku berkata padanya bahwa aku ingin menjadi dokter dan menyembuhkan dia. Aku ingin dia bertahan hidup dan menunggu aku menyembuhkannya. Seketika itu juga pandangan tentang istimewanya seorang psikolog pudar. Tergantikan dengan kemuliaan seorang dokter. Tak lama kemudian guru kesayanganku divonis gagal ginjal kronik. Aku semakin berfikir bahwa Dokter laksana malaikat yang turun ke bumi yang bisa menyelamatkan mereka yang dipenghujung kematian
Sekarang sahabatku itu menghilang entah kemana. Aku merasa kehilangan sosoknya.. adik kecil yang mendorongku mencapai cita-citaku, adik kecil yang menghibur kala kalutku. Sekarang hanya surat usangnya yang terpajang di dinding kamarku. Surat yang menyatakan keharuan dan kebanggaannya ketika aku berkata aku akan menjadi seorang dokter. Surat yang menyatakan sayangnya dia padaku seperti sayangnya seorang adik pada kakaknya. Surat yang menyemangati aku saat aku merasa aku tak mampu lewati ini semua. Aku kini tak tau dimana dia berada, tak pernah ada beritanya. Kalau memang dia sudah menghadap Sang Khaliq, Ingin rasanya aku datang ke peraduan terakhirnya dan mengatakan rasa terima kasihku padanya.....

setiap orang memiliki batu loncatan untuk setiap langkah besar menuju masa depannya
batu loncatanku adalah seorang sahabat, adik yang merubah haluan hidupku saat ini
..kaulah kenangan terindahku..

read more..

MARI BERBAGI

Teman, menjadi mahasiswa kedokteran adalah suatu kehormatan, kebanggaan yang tak ternilai bagi kita. Sejak kita mulai menapakkan kaki dikampus kita tercinta sejak itulah decak kagum tertuju pada kita, sanjungan,harapan, pujian datang dari keluarga ,kerabat, sahabat dan orang-orang terdekat. Tapi tak jarang pula sindiran sinis, skeptis juga “berhasil” kita tuai. Entah apapun itu, kita sekarang telah menapaki dunia baru yang menentukan masa depan kita. Tak usah kita ambil pusing dengan apa kata orang. Pujian, sanjungan tak usahlah membuat kita tinggi hati besar kepala. Sindiran sinis, skeptis tak perlu lah membuat kita bermuram durja. Kita adalah diri kita. Tetaplah berusaha mencapai cita-cita
Dalam perjalanan kita tentu tak seperti berjalan diatas permadani terhampar dengan taman bunga yang semerbak mewangi disekelilingnya. Banyak ranjau maut terserak, tak terhitung duri tajam menikam kita dari depan, belakang, atas bawah. Hanya yang bertekad baja berjiwa bara yang mampu melewatinya.
Teman, kisah pahit, manis, suka dan duka kita yang telah kita lewati tentu menjadi kisah teladan yang berguna bagi teman sejawat lain. Katanya pengalaman adalah guru yang paling berharga. Mungkin tak perlu pengalaman kita sendiri. Pengalaman orang lain juga bisa menjadi pelajaran yang berharga. Tak perlu kita menjadi pecandu narkoba untuk merasakan bagaimana rusaknya tubuh kita setelah memakainya. Cukup kita melihat bagaimana seorang pecandu narkoba sekarat dari berita yang kita saksikan atau pengalaman orang orang yang dekat dengan kita.
Dari sejumput kisah kita bisa mengambil hikmah, dari sepenggal cerita kita bisa belajar bagaimana kita berbuat lebih baik dari hari ini. Dari pengalaman kita bisa memperkaya batin dengan banyak kebijakan. Dengan berbagi beban, hidup kita terasa lebih tentram. Banyak kawan-kawan yang ternyata senasib seperjuangan. Kita bisa saling menguatkan dan mengingatkan.
Pengalaman hidup akan menjadi sejarah yang terukir abadi di kanvas waktu. Namun akan menjadi sejarah yang terekam oleh peradaban apabila pengalaman itu menjadi inspirasi banyak orang setelah kita tiada. Alangkah indahnya saat kita menghadapNya, kita tersentak kaget karena pahala yang tercatat di sisiNya. Ketika Itu Tuhan Berkata “ Itu adalah pahala orang2 yang terinspirasi karena kisahmu yang kau ceritakan, lalu dia memiliki semangat untuk mengisi kehidupannya dengan menjadi Berkat untuk orang banyak”.
Bermula dari blog yang sederhana, teriring asa untuk bercerita. Mengajak teman-teman untuk menuangkan semua ide, keluh kesah, harapan, semangat. Untuk bersama mengukir sejarah mewariskan sesuatu yang berharga untuk generasi setelah kita. Mungkin kisah kita tak seheroik Robin Hood, tak seromantic Titanic, tak seharu Kingdom of Heaven, tapi mudah-mudahan bisa saling menginspirasi satu untuk bergerak menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Salam Hangat untuk teman sejawat…….. Andy Kuswara Permana, S.Ked

read more..

Kamis, 11 Juni 2009

RESENSI KETIKA CINTA BERTASBIH

Hari ini 11 Juni film fenomenal kedua dari sang maestro novelis Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik) akan di launching serentak di 8 negara termasuk di lokasi syuting filmnya yaitu mesir. Kehadiran Film ini memberi nuansa religius yang sangat kental didunia perfilman Indonesia yang sejak kehadiran film AAC dunia film Indonesia menggeliat dari hibernasinya. Banyak film-film religi bermunculan di layar lebar seperti Syahadat Cinta, Perempuan berkalung sorban Dll. Entah hanya sekedar membebek atau dilandasi semangat dakwah yang sama. Namun kali ini begitu berbeda.
Film ini seakan begitu powerfull. Dibintangi Pemain-pemain utama yang terseleksi dengan begitu ketat. Dan pemeran pembantu yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya seperti Dedi Mizwar. Didi Petet dll. Serta Jalan cerita yang sangat humanis dengan tema yang akrab dan tidak mengada-ada. Mungkin inilah yang membuatnya menjadi film yang layak disaksikan oleh siapapun yang merindukan film berkualitas dan mengispirasi.
Setelah membaca bukunya saya ingin sedikit menyimpulkan tentang hikmah, pesan dan isyarat yang terkandung didalamnya. Antara lain :
Tokoh utama dari film ini berlatar belakang mahasiswa S1 jurusan Sejarah islam Universitas Al- Azhar Kairo Mesir yang sudah 9 tahun tidak juga lulus. Bukan karena Bodoh atau malas. Tapi kesibukannya sebagai pengusaha catering untuk bertahan hidup dan menghidupi Adik-adiknya yang masih membutuhkan biaya yang membuatnya menunda untuk menamatkan studinya. Alasannya saat ia lulus maka surat izin menetap di Mesir yang hanya berlaku selama dia menjalani studi di Al Azhar akan habis. Padahal pendapatannya di usaha cateringnya cukup besar dan dan dia sudah memiliki klien tetap di Cairo. Semua biaya itu masih ia perlukan untuk mencukupi semua kebutuhan keluarganya di Indonesia.
Selama ini prestasi seseorang hanya dinilai dari prestasi akademik semata. Tanpa memandang bagaimana kehidupan seseorang diluar kampus. Seorang mahasiswa dengan IPK dua koma yang membiayai kebutuhannya sendiri dan menghidupi keluarganya serta memiliki kegiatan lain yang bermanfaat diluar kampus menurut saya lebih berprestasi dibanding mahasiswa cumlaude tanpa kegiatan sampingan dan dibiayai 100% oleh orang tuanya.
Kisah Azzam tokoh utama dinovel KCB mengalami berbagai rintangan dalam memenuhi separuh agamanya ( menikah) dari melamar seorang gadis yang ternyata sudah dilamar oleh temanya sendiri sampai gadis pinangannya membatalkan pernikahannya karena kecelakaan yang dialami Azzam, tapi akhirnya Jodoh datang tanpa ia sangka-sangka. Hal ini mengandung pesan yang sama dengan kisah Siti Hajar yang berlari dari Bukit Sofa hingga Marwa tujuh kali tapi kemudian air mengalir dari dekat kaki Ismail AS. Bahwa Manusia hanya diwajibkan berusaha sekuat tenaga dan fikirannya/ Hasil kerja Dialah yang menentukan dari mana asalnya. Bukankah kita sering melihat seorang sarjana teknik yang melamar berkali-kali untuk pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya tapi akhirnya malah diterima di Bank dan ia sukses dibidang itu.
Kita sering mendengar idiom Takdir di tangan Tuhan. Pernyataan itu banyak menyesatkan banyak manusia. Yang mengesankan bahwa sekeras-kerasnya manusia bekerja kalau takdirnya miskin ya tetap saja miskin. Dan semalas-malasnya manusia kalau takdirnya kaya maka tetap kaya. Tuhan menyimpan misteri Takdir agar manusia memiliki semangat untuk mengubahnya dengan berbagai usaha yang baik. Dengan kerja yang keras lagi cerdas. Namun tidak semua usaha yang dilakukan dengan baik dan benar akan berakhir dengan kesuksesan. Disitulah peran takdir, yaitu faktor “x” di penghujung usaha kita.
Kesuksesan seseorang tidak pernah terlepas dari orang-orang disekelilingnya. Dan kesuksesan sejati bukanlah keberhasilah kita semata di berbagai aspek kehidupan. Tapi bagaimana ilmu kesuksesan yang telah kita peroleh kita tularkan dan mampu mebuat orang lain sukses. Atau minimal kita ikut andil dalam kesuksesan orang lain. Seperti Husna adik Azzam yang merasa bahwa semua keberhasilannya dan prestasinya sebagai psikolog dan penulis terkenal tak bisa lepas dari dukungan dan perjuangan kakaknya Azzam. Begitupun Azzam yang merasa bahwa keluarganya adalah sumber kekuatan dan keberaniannya menapaki perjuangan hidup yang sangat berat di negeri orang.
Rasanya tak adil kalau kata “Cinta” tidak dibahas dalam resensi ini. Mengingat Cintalah yang mewarnai hidup manusia laksana pelangi yang mewarnai langit. Karena Cintalah maka Karya-karya Sastra hidup dan melegenda. Dan Judul novel ini adalah Ketika Cinta Bertasbih. Kisah cinta dinovel ini begitu dramatis dan sangat menguras airmata dan mengiris nurani. Bagaimana Furqan yang divonis Mengidap HIV setelah melamar Anna dilanda konflik batin, antara meneruskan atau membatalkan pinangannya. Dia kemudian memutuskan untuk tetap menikahi Anna demi nama baik keluarganya, namun setelah Menikah nuraninya bergejolak akankah dirinya tega menodai kesucian Istrinya dengan kotoran yang menjijikkan itu.
Kisah cinta Cut Mala dan Fadhil tidak kalah mengharukan. Kata orang memang sakit jika cinta ditolak. Tapi lebih sakit lagi jika cinta tak pernah terucap dan dia yang kita dicintai yang ternyata juga mencintai kita menikah dengan orang lain. Dan kita tahu cintanya pada kita disaat-saat menjelang akad nikahnya. Bagaimana jeritan nurani kita andai kita yang mengalami nasib sedemikian.
Film ini sangat tepat bagi siapa saja. Bagi muda-mudi untuk lebih memaknai apa arti cinta, bagi yang masih sendiri, mahasiswa kos-kosan bisa belajar tentang perjuangan hidup yang jauh dari pangkal namun penghujungnya belum juga belum terlihat. Untuk pasutri bisa memetik suri teladan tentang kearifan dan kebijaksanaan yang mendalam dari seorang orang tua kepada anak-anaknya. Untuk aktivis dakwah ini merupakan bahan dakwah yang uptodate, orisinil, hangat universal yang mudah diterima masyarakat umum terutama kalangan mahasiswa. Jadi selamat menyaksikan.. (Andy Kuswara)

read more..